MENDIDIK
ANAK MEMBACA AL-QUR’AN SEJAK DINI
Semua
orang tua pasti berharap anak-anaknya menjadi anak yang sholeh/sholehah kan?.
Anak yang berbakti kepada Allah SWT dan RasulNya serta berbakti kepada kedua
orang tuanya. Salah satu caranya adalah dengan mendidik anak untuk mebaca
Al-Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur'an adalah kitab
suci yang diturunkan Allah kepada Rasulullah SAW. Al-Qur'an merupakan sumber hukum yang pertama
bagi orang muslim. Al-Qur'an adalah ilmu
yang paling mulia, karena itulah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya
bagi orang lain akan mendapatkan kemuliaan dan kebaikan. Selain mendatangkan pahala bagi yang
membacanya, Al-Qur’an juga bisa menjadi obat,penenang harti yang gundah. Selain
itu orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan syafaat pada hari kiamat
kelak. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :
“Bacalah
Al-Qur’an karena sesungguhnya pada hari kiamat akan hadir memberikan
pertolongan bagi orang-orang yang senantiasa membacanya.”
Oleh
karena itu, sebagai orang tua hendaknya kita berusaha memperkenalkan Al-Qur’an
dan mengajarkannya kepada anak-anak sedini mungkin. Sebab pada usia kanak-kanak
(0-6 tahun) otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi. Itulah
masa-masa dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai
terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa
emas anak. Masa-masa itulah yang harus kita manfaatkan sebaik mungkin
agar mereka lebih mudah mempelajari Al-Qur’an dan menghafalkannya.
Sebagai orang
tua, kita harus terampil dalam mengjari anak-anak membaca Al-Qur’an dan membiasakan
hafalan kepada mereka. Hal itu dapat dilakukan sejak anak masih dalam kandungan,
ketika anak masih dalam kandungan orangtua seharusnya sering memperdengarkan
bacaan-bacaan Al-Quran. Selain itu orang tua dapat mengenalkan Al-Quran pada anak
dengan cara bermain. "Misalnya, melafalkan huruf-huruf hijaiyah sambil
dinyanyikan. Cara
lain yang juga cenderung lebih mudah adalah dengan memperdengarkan kaset-kaset
bacaan Al-Quran anak-anak. Orang tua juga dapat membantu anak menghafal dengan
memperlihatkan gambar atau video.
Selain
itu orang tua juga dapat memberikan
motivasi kepada anak agar mereka mau mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya. Hal
itu dapat dilakukan dengan cara memberikan hadiah kepada anak atau dengan
memberi pujian kepada anak. Selain itu orang tua juga dapat memberi cerita atau
dongeng kepada anak agar anak dapat merenungkan dan memikirkan nilai-nilai baik
dan buruk yang terkandung didalamnya .
Dengan
menanamkan kecintaan anak terhadap Al-Qur’an sejak dini, maka kecintaan itu
akan bersemi pada masa dewasanya nanti dan akan berpengaruh bagi perilakunya
sehari-hari. Jadi, semuanya tergantung pada orangtua. Jika orangtua peduli pada
kemampuan anak-anak dalam membaca Al-Qur’an, orangtua harus berusaha meluangkan
waktu untuk memperkenalkan anak-anak pada Al-Qur’an sejak bayi dan mengajarkan
membacanya ketika mereka sudah mampu berkomunikasi. Jika anak-anak sudah mulai
mencintai Al-Qur’an kita juga yang akan mendapatkan manfaatnya diakhirat nanti.
Orangtua yang sanggup mendidik anaknya dengan Al-Qur’an hingga anaknya mampu
membaca dengan lancar kitab suci tersebut mereka akan diampuni dosa-dosanya.
Selain itu orangtua yang sanggup mendidik anak mengahafal Al-Qur’an dengan
baik, mereka akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam rupa bulan purnama.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :
“Barangsiapa
mengajarakan Al-Qur’an kepada anaknya dengan melihat, maka diberikan kepadanya
ampunan atas dosa-dosa yang lalu dan dosa-dosa yang akan datang. Barangsiapa
mengajarkan kepada anaknya secara hafalan maka Allah akan membangkitkan kelak
dalam rupa rembulan pada malam purnama, dan dikatakan kepada anaknya “Bacalah”. Setiap kali anaknya membaca ayat
Allah azza wa jalla mengangkat derajat ayahnya, sehingga akhir ayat Al-Qur’an
yang dibaca atau dihafal anaknya.” (HR. Thabrani dari Anas bin Malik r.a)
