Minggu, 03 Mei 2015

Analisis Jurnal


Jurnal ini dapat dilihat di : website ini

ANALISIS JURNAL 1
Judul   :
Peningkatan Pendidikan Karakter Religius Melalui Sikap Berdoa Pada Anak Usia 5 – 6 Tahun
Penulis : 
Henny Noviyeni, Muhamad Ali, Halida
Jurnal ini dapat dillihat di situs ini

ANALISIS JURNAL 2

  Judul :The Effectiveness of a Crossword Puzzle Game in Improving Numeracy Ability of Kindergarten Children  

Penulis :Rakhmawati

Jumat, 24 April 2015



MENDIDIK ANAK MEMBACA AL-QUR’AN SEJAK DINI

Semua orang tua pasti berharap anak-anaknya menjadi anak yang sholeh/sholehah kan?. Anak yang berbakti kepada Allah SWT dan RasulNya serta berbakti kepada kedua orang tuanya. Salah satu caranya adalah dengan mendidik anak untuk mebaca Al-Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur'an adalah kitab suci yang diturunkan Allah kepada Rasulullah SAW.  Al-Qur'an merupakan sumber hukum yang pertama bagi orang muslim.  Al-Qur'an adalah ilmu yang paling mulia, karena itulah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya bagi orang lain akan mendapatkan kemuliaan dan  kebaikan. Selain mendatangkan pahala bagi yang membacanya, Al-Qur’an juga bisa menjadi obat,penenang harti yang gundah. Selain itu orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan syafaat pada hari kiamat kelak. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :
“Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya pada hari kiamat akan hadir memberikan pertolongan bagi orang-orang yang senantiasa membacanya.”
Oleh karena itu, sebagai orang tua hendaknya kita berusaha memperkenalkan Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada anak-anak sedini mungkin. Sebab pada usia kanak-kanak (0-6 tahun) otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi. Itulah masa-masa dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak. Masa-masa itulah yang harus kita manfaatkan sebaik mungkin agar mereka lebih mudah mempelajari Al-Qur’an dan menghafalkannya.
Sebagai orang tua, kita harus terampil dalam mengjari anak-anak membaca Al-Qur’an dan membiasakan hafalan kepada mereka. Hal itu dapat dilakukan sejak anak masih dalam kandungan, ketika anak masih dalam kandungan orangtua seharusnya sering memperdengarkan bacaan-bacaan Al-Quran. Selain itu orang tua dapat mengenalkan Al-Quran pada anak dengan cara bermain. "Misalnya, melafalkan huruf-huruf hijaiyah sambil dinyanyikan.  Cara lain yang juga cenderung lebih mudah adalah dengan memperdengarkan kaset-kaset bacaan Al-Quran anak-anak. Orang tua juga dapat membantu anak menghafal dengan memperlihatkan gambar atau video.
Selain itu orang tua juga dapat  memberikan motivasi kepada anak agar mereka mau mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya. Hal itu dapat dilakukan dengan cara memberikan hadiah kepada anak atau dengan memberi pujian kepada anak. Selain itu orang tua juga dapat memberi cerita atau dongeng kepada anak agar anak dapat merenungkan dan memikirkan nilai-nilai baik dan buruk yang terkandung didalamnya .
Dengan menanamkan kecintaan anak terhadap Al-Qur’an sejak dini, maka kecintaan itu akan bersemi pada masa dewasanya nanti dan akan berpengaruh bagi perilakunya sehari-hari. Jadi, semuanya tergantung pada orangtua. Jika orangtua peduli pada kemampuan anak-anak dalam membaca Al-Qur’an, orangtua harus berusaha meluangkan waktu  untuk memperkenalkan anak-anak  pada Al-Qur’an sejak bayi dan mengajarkan membacanya ketika mereka sudah mampu berkomunikasi. Jika anak-anak sudah mulai mencintai Al-Qur’an kita juga yang akan mendapatkan manfaatnya diakhirat nanti. Orangtua yang sanggup mendidik anaknya dengan Al-Qur’an hingga anaknya mampu membaca dengan lancar kitab suci tersebut mereka akan diampuni dosa-dosanya. Selain itu orangtua yang sanggup mendidik anak mengahafal Al-Qur’an dengan baik, mereka akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam rupa bulan purnama. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :
“Barangsiapa mengajarakan Al-Qur’an kepada anaknya dengan melihat, maka diberikan kepadanya ampunan atas dosa-dosa yang lalu dan dosa-dosa yang akan datang. Barangsiapa mengajarkan kepada anaknya secara hafalan maka Allah akan membangkitkan kelak dalam rupa rembulan pada malam purnama, dan dikatakan kepada anaknya  “Bacalah”. Setiap kali anaknya membaca ayat Allah azza wa jalla mengangkat derajat ayahnya, sehingga akhir ayat Al-Qur’an yang dibaca atau dihafal anaknya.” (HR. Thabrani dari Anas bin Malik r.a)


Minggu, 12 April 2015


  
Pentingnya Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini

Tahukan kalian kapan waktu yang tepat untuk membangun karakter anak? Ya jawabannya adalah sejak usia dini, kenapa? karena sebuah fakta menunjukan bahwa anak pada usia 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak.
Dalam hal ini peran keluarga sangatlah berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama peran orangtuanya. Perkembangan anak pada usia dini sangatlah cepat dan menjadi penentu bagi karakter atau sifat anak dalam kehidupan sosial dimasa dewasanya kelak. Mereka akan tumbuh sebagai orang-orang yang senang belajar, terampil menyelesaikan masalah, berkomunikasi dengan baik, berani, jujur, dapat dipercaya serta dapat diandalkan, penuh perhatian, toleransi, luwes, dan bisa bersaing dalam kehidupan sosial di masa dewasanya kelak. Mengingat pentingnya penanaman karakter di usia dini dan mengingat usia tersebut merupakan masa persiapan untuk sekolah, maka pembentukan karakter positif di usia dini dalam keluarga menjadi sangat penting. 
Oleh karena itu,peran orang tua sebagai madrasah pertama untuk anak sangatlah penting karena pada awalnya anak akan meniru kebiasaan ayah dan ibunya.
Begitu besar pengaruh karakter dalam kehidupan perkembangan anak pada usia dini. Oleh karena itu pembentukan karakter harus dilakukan sejak usia dini. Maka dari itu taburlah satu pikiran positif pada anak, maka akan menuai tindakan.,taburlah satu tindakan, maka akan menuai kebiasaan,.taburlah satu kebiasaan, maka akan menuai karakter,taburlah satu karakter, maka akan menuai nasib
Berangkat dari sinilah maka pendikikan karakter sebaiknya masuk pada ranah terkecil dan dimulai sedini mungkin agar lahir generasi penerus yang memilki kepribadian berkualitas, sehingga mampu menjadi penopang bagi bangsa yang hebat, tangguh dan mampu berperan dalam tataran dunia.
 Nilai-nilai Karakter yang Dikembangkan Pada Usia Dini
  • Nilai spiritual dalam hubungannya dengan Tuhan. Nilai ini bersifat religius, dimana anak belajar untuk memahami bahwa pikiran, perkataan dan tindakannya diusahakan selalu didasari oleh nilai keTuhanan dan ajaran agamanya
  • Nilai yang berhubungan dengan dirinya sendiri secara internal, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, mandiri, percaya diri, kreatifitas, hidup sehat dan cinta ilmu.
  • Nilai yang berhubungan dengan sesama dan lingkungan, seperti memahami hak diri sendiri dan orang lain, patuh pada aturan, menghargai orang lain dan bersikap santun.

Kamis, 09 April 2015

Assalamu'alaikum.......

Kenalan dulu yukkk :-)

Hai sobat.... :-)
Saya akan memperkenalkan diri dulu sebelum melangkah kedunia blogg ini :-), karena ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. :-D.
namaku Dyah Woro Wikanti, saya lahir dari kalangan keluarga yang sederhana,,lahir di Kota Yogyakarta tepatnya di Kabupaten Kulon Progo pada tanggal 23 Mei 1995.  Saat ini saya duduk di bangku kuliah pada semester 4 di salah satu Perguruan Tinggi di kota Yogyakarta yaitu Universitas Muhammadiyah Yogayakarta. Saya adalah anak pertama dan saya tidak mempunyai kakak dan adik kandung, padahal sih pengennya punya kakak perempuan biar bisa diajak curhat gituhhhh hehehe  :-D :
Hobi saya membaca novel dan menulis walaupun jarang menulis sih :-D. Tapi kalau sesekalinya nulis gak mau berhenti apalagi kalau sudah di depan laptop hehehe :-D
Udah ya perkenalannya,samapi sini dulu aja kita sambung lain waktu lagi,, oke????  hehehehe:-D

Wasalamu'alaikum.... :-)